Share This

 

foto : roni

MALANG – pariwarta.com

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang melakukan tahapan Debat Publik kedua dengan tema “Membangun Kota Malang, melalui Harmonisasi Pemerintah Daerah dan Pusat dalam Rangka Memperkokoh Nilai Kebangsaan dan NKRI”.

Debat Publik yang diselenggarakan oleh KPU ini berlangsung disalah satu hotel di Kota Malang pada sabtu, (5/5/2018). Dari tema yang diusung, KPU juga menggunakan jasa tim perumus untuk membuat materi-materi debat supaya masyarakat bisa mengetahui kualitas Calon Kepala Daerah yang akan dipilihnya.

Diawal Debat Publik masing-masing Calon Kepala Daerah diberikan waktu untuk memaparkan visi-misi sesuai dengan tema yang ditentukan.

Selanjutnya pada segmen tanya jawab tim perumus memberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai Pemerintahan Bersih dan Berwibawa; Sistem Pelayanan Publik; Disabilitas, Kaum Perempuan dan Anak; ASN dan Reformasi Birokrasi; Transportasi Online; Narkoba dan Generasi Muda; Lingkungan Hidup; Harmonisasi Pusat dan Antar Daerah; Nasionalisme dan Nilai-Nilai Kebangsaan.

Debat Publik terakhir dalam Pilkada tahun 2018-2023 kali ini sangat terasa berbeda dari debat yang lalu. Membludaknya pendukung membuat ruangan tidak mampu menampung para pendukung pasangan calon. Unjuk kekuatan ditampilkan oleh tim kampanye dalam memberikan semangat kepada calonnya. Yel-yel penyemangat selalu bergelora baik di dalam maupun di luar ruangan selama acara berlangsung.

foto : darsono
foto : darsono

Euforia menjadi sangat tinggi tatkala seluruh pasangan calon selesai melakukan debat dan bertemu dengan para pendukung. Bahkan Calon Walikota nomor urut 3 (Sutiaji) dielu-elukan dan diangkat oleh para pendukungnya. Pasangan Nomor urut 2 (Samsul) dan 1 (Wanedi) mendatangi band untuk bernyanyi bersama para pendukungnya.

Euforia PILKADA kali ini sangat menyedot perhatian masyarakat Kota Malang. Mulai dari kampanye, rapat akbar, debat publik, alat peraga kampanye dan perilaku tim sukses dalam mempopulerkan calonnya.

“Masyarakat berharap pergantian kepemimpinan daerah jangan sampai menghilangkan subtansi dari kebutuhan masyarakat Kota Malang” kata Erlita (34th) warga Jalan Gajayana setelah melihat acara debat publik di televisi.

Solusi kemacetan dan pemerintahan yang bersih dari KKN serta kesejahteraan menjadi harapan besar warga Kota Malang kepada calon pemimpin daerah lima tahun mendatang. (Tim)

Editor    : Roni. A

 

 

 

 

 

Share This

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here