Share This
Surat larangan kultum di masjid dari Bawaslu Kota Malang

MALANG – Pariwarta.com

Pilkada Kota Malang 27 Juni 2018 mendatang, nampaknya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang mengantisipasi kampanye di tempat ibadah.

Namun, kesiagaan Bawaslu ini terlalu berlebihan yang disinyalir mengarah ke penodaan agama.

Terbukti, telah menyebar surat larangan melakukan ceramah kuliah tujuh menit (kultum) yang langsung dilaksanakan di masjid dari Bawaslu Kota Malang.

Sumber Pariwarta.com, yang enggan disebut namanya, mengatakan bahwa surat edaran yang bertuliskan tangan itu langsung diberikan kepada takmir masjid.

“Surat edaran di bawah kop surat Bawaslu itu ditulis tangan dan langsung diberikan ke takmir masjid,” ujar dia, Rabu (13/6/2018).

Menurut dia, surat bertuliskan tangan ini diberikan pada, 11 Juni 2018 pukul 22.00 WIB malam. Dimana, surat itu berisikan membatalkan kultum dan ceramah/pengajian saat sholat Subuh berjamaah di masjid.

“Yang jelas, surat itu diberikan pada malam hari dan esok paginya baru melakukan Sholat Subuh berjamaah di salah satu masjid di daerah Balearjosari,” tandas dia.

Seperti yang diketahui, surat itu ditandatangani oleh Herlina, Pengawas Kecamatan Blimbing, Kordiv HPP Iwan Sunaryo.

 

 

Reporter: Roni
Editor: Putut

Share This

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here